Demak Kita, Kota Wali

Demak Kita, Kota Wali

Jumat, 24 Oktober 2014

Info Kilat, Bermanfaat

Mengganti buah dengan jus apalagi jus kemasan dapat menaikkan risiko diabetes, karena jus kemasan mengandung dosis gula terkonsentrat. Jadi, lebih baik ambil satu jeruk dan makan langsung termasuk selaput yang terdapat di sekelilingnya. Anda perlu serat dari buah yang utuh.

Source: MHI

Rabu, 22 Oktober 2014

Makan Tempe Yuk!


Sebagai orang Indonesia pasti Anda tak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Tempe merupakan salah satu jenis makanan yang paling sering kita temui di Indonesia. Coba Anda perhatikan, hampir di setiap rumah makan Indonesia Anda akan menemukan tempe. Mulai dari tempe goreng, orak-arik, bacem dan lain sebagainya. Bahkan saat ini tempe sudah mendunia dan di konsumsi oleh orang-orang di berbagai negara.
Tempe merupakan makanan berbahan dasar kedelai yang kaya akan gizi. Sudah sejak lama tempe diketahui sebagai salah satu sumber protein. Karena prosesnya yang menggunakan fermentasi maka tempe juga mengandung probiotik yang baik bagi kesehatan saluran pencernaan. Dalam 100 gram tempe terkandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 g, serat 1,4 g, kalsium 155 mg, fosfor 326 mg, zat besi 4 mg, vitamin B1 0,19 mg, B2 0,11 mg, B6 0,22 mg, asam folat 52 µg, selenium 8,8 µg, zinc 1,81 mg, isoflavon 53 mg  dan karoten 34 mg.
Selain enak dan gurih, tempe ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:

tempe, sehat1. Sumber Protein
Tambahkan temp eke dalam menu makanan Anda untuk meningkatkan asupan protein. Tempe mengandung protein berkualitas tinggi dan asam amino yang dibutuhkan tubuh. Protein dalam tempe dapat membantu mempertahankan jaringan otot dan juga membuat enzim yang berguna bagi kebutuhan sel.

2. Membantu Proses Metabolisme Tubuh
Riboflavin (vitamin B2 ) dan niacin (vitamin B3) yang terdapat di dalam tempe berperan dalam proses metabolism tubuh. Kedua zat ini mengaktifkan enzim yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi. Riboflavin juga memberi manfaat bagi kesehatan mata dan kulit, sedangkan niacin dapat membantu mengontrol nafsu makan.

3. Menangkal Radikal Bebas
Tempe mengandung antioksidan isoflavon yang berperan dalam melawan radikal bebas. Antioksidan ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes dan lain sebagainya serta dapat pula mencegah berbagai jenis kanker (prostat, payudara).

4. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung & Kolesterol
Tempe mengandung isoflavon yang membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL). Selain itu tempe banyak mengandung lemak tak jenuh majemuk (PUFA) dan niasin yang juga berperan menurunkan kolesterol jahat sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung.

5. Mudah Dicerna
Tempe kaya akan serat. Serat sangat penting untuk membantu proses pencernaan serta mencegah berbagai penyakit kronis. Tempe merupakan pilihan baik bagi orang yang memiliki masalah pencernaan. Proses fermentasi tempe membuat oligosakarida yang suit dicerna menjadi lebih mudah dicerna. Tempeh difermentasikan menggunakan jamur Rhizopus yang memproduksi enzim phytase yang membantu meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, zat besi dan kalsium.

6. Ideal Untuk Orang yang Sedang Diet Rendah Garam
Kandungan sodium dalam tempe sangat sedikit, berbeda dengan makanan hasil fermentasi kedelai lainnya seperti miso yang sangat asin.

7. Mengandung Antibiotik Natural
Jamur Rhizopus memproduksi antibitok natural yang berguna untuk mencegah penyakit seperti diare dan disentri.

8. Baik Untuk Penderita Diabetes
Protein yang terkandung dalam tempe sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes terutama penderita yang bermasalah dalam mengkonsumsi sumber protein hewani. Protein dan serta dalam tempe dapat mencegah naiknya tekanan darah dan menjaga agar gula darah tetap terkontrol.

9. Tinggi Kalsium
Tempe mengandung kalsium yang tinggi. Sebuah penelitian yang di lakukan di Kuala Lumpur mendapatkan bahwa kandungan kalsium di dalam 4 buat tempe setara dengan kalsium dari susu sapi.

Source: klikdokter.com

Selasa, 21 Oktober 2014

Pepaya Kaya Manfaat

Add caption

Apakah buah pepaya merupakan bagian dari makanan yang Anda konsumsi secara rutin? Kalau belum, coba pertimbangkan, bung, karena buah ini menawarkan setumpuk manfaat untuk kesehatan. Pepaya merupakan buah yang kaya antioksidan, vitamin C, vitamin E, karotenoid, fitonutrien, mineral, dan enzim-enzim khusus yang memiliki efek luar biasa baik secara internal maupun eksternal.

Misalnya, buah ini dapat membantu melindungi kulit Anda dari serangan radikal bebas yang dapat menyebabkan keriput atau tandatanda penuaan, serta juga bisa membantu penyembuhan luka bakar dan bisa digunakan untuk pengobatan masalah seperti jerawat, noda, dan bintik-bintik hitam. Selain itu, pepaya juga dapat melindungi mata dari ancaman penyakit seperti katarak atau penyakit mata kronis lain. Sedangkan enzim-enzim yang terdapat dalam pepaya dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, plus, mampu mengurangi risiko kanker dan menghambat penyebarannya. Jangan sampai Anda tidak menikmati manfaat-manfaat hebat dari buah yang praktis ini.

Source: menshealth.co.id

Jumat, 17 Oktober 2014

HoHoHoh! Pamer Cover Nihh..

KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIODIVERSITAS
MA AL IRSYAD GAJAH DEMAK


SKRIPSI






Oleh:
MURJITO
NPM  10320085




 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
2014

Sejarah Kabupaten Demak

Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembila orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa.

Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.

Pada awal abad ke 14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. Saat itu, Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa.

Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina.

Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit.
Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M.

Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim.

Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, raden patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah 200 tentaranya. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa.

Di Bintara, Patah juga mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya.

Secara beruturut-turut, hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal, Yakni Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggana, saudara Pati Unus, sebagai raja ketiga (1524 - 1546).

Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).

Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478), hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Selain itu, Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis, yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511), meski akhirnya gagal. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518.

Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga.
 
Di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggan, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksi-aksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Di tahun 1527, tentara demak menguasai tuban, setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi, jateng), dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora, 1530), Surabaya (1531), Lamongan (1542), wilayah Gunung Penanggungan (1545), serta blambangan, kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546).

Di sebelah barat pulau jawa, kekuatan militer Demak juga merajalela. Pada tahun 1527, Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat), serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. Kemudian, bekerja sama dengan saudagar islam di Banten, Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Dengan jatuhnya Pajajaran, demak dapat mengendalikan Selat Sunda. Melangkah lebih jauh, lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Perlu diketahui, panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.

Di timur laut, pengaruh demak juga sampai ke Kesultanan banjar di kalimantan. Calon pengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara, guna menengahi masalah pergantian raja banjar. Calon pewaris mahkota yang didukung oleh rakyat jawa pun masuk islam, dan oleh seorang ulama dari Arab, sang pewaris tahta diberi nama Islam. Selama masa kesultanan Demk, setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang.

Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit.

Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16.

Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.

Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan.

Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus Gunaning Janma, sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479.

Pada awalnya, majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama di jawa. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Pada upacara sekaten, dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid, sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar, hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa.


Ada beberapa pendapat mengenai asal nama kota Demak, diantaranya :

Prof.DR. Hamka menafsirkan kata Demak berasal dari bahasa Arab “dama” yang artinya mata air. Selanjutnya penulis Sholihin Salam juga menjelaskan bahwa Demak berasal dari bahasa Arab diambil dari kata “dzimaa in” yang berarti sesuatu yang mengandung air (rawa-rawa). Suatu kenyataan bahwa daerah Demak memang banyak mengandung air; Karena banyaknya rawa dan tanah payau sehingga banyak tebat (kolam) atau sebangsa telaga tempat air tertampung. Catatan : kata delamak dari bahasa Sansekerta berarti rawa.

Menurut Prof. Slamet Mulyono, Demak berasal dari bahasa Jawa Kuno “damak”, yang berarti anugerah. Bumi Bintoro saat itu oleh Prabu Kertabhumi Brawijaya V dianugerahkan kepada putranya R. Patah atas bumi bekas hutan Gelagah Wangi. Dasar etimologisnya adalah Kitab Kekawin Ramayana yang berbunyi “Wineh Demak Kapwo Yotho Karamanyo”.

Berasal dari bahasa Arab “dummu” yang berarti air mata. Hal ini diibaratkan sebagai kesusahpayahan para muslim dan mubaligh dalam menyiarkan dan mengembangkan agama islam saat itu. Sehingga para mubaligh dan juru dakwah harus banyak prihatin, tekun dan selalu menangis (munajat) kepada Allah SWT memohon pertolongan dan perlindungan serta kekuatan.

sumber:
www.demakkab.go.id
wikipedia
 
 

Perbanyak Air Putih Setiap Saat


Minum air putih salah satu cara untuk menghindari penyakit apalagi pada musim kemarau akhir-akhir tahun seperti sekarang ini. Harus diperhatikan minumnya, jangan saat haus saja jadi patokan untuk minum.

Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan dehidrasi yang tidak disadari. Gejala seseorang dehidrasi dapat dilihat dari air seninya. Jika air seni sudah coklat pekat, artinya seseorang dalam keadaan dehidrasi. Minimal seseorang harus minum dua liter atau delapan gelas satu hari. Dehidrasi yang tidak disadari menyebabkan tubuh menjadi cepat lelah dan lemas. Jadi hati-hati, karena pada musim kemarau ada penyakit yang disebabkan karena keamanan makanan dan penyebaran nyamuk, yang apabila asupan air putih dalam tubuh kita berkurang bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah yang berdampak pada masuknya bibit penyakit dalam tubuh kita juga akan semakin mudah.

Selain itu juga dengan memperbanyak asupan air putih dalam tubuh maka akan memperingan kerja ginjal dalam memfiltrasi darah, sehingga darah tidak dalam kondisi terlalu kental, yang hasil sampingan filtrasi tersebut berupa urine.

-------------Gambar ilustrasi di atas bukan bermaksud promosi yaa, hehee------------

Referensi: http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/09/25/ncgtla-perbanyak-air-putih-saat-kemarau-tiba

Selasa, 14 Oktober 2014

Alhamdulillah, 11 Oktober 2014 menjadi Alumni UPGRiS Tercinta

Wisuda ke-50 Un*vers*tas PGR* Semarang baru saja d*laksanakan dalam dua tahap, ya*tu tanggal 10 dan 11 Oktober 2014. Acara yg berlangsung dar* pukul 7.30 sampa* dengan 11.30 tersebut berlangsung sangat h*kmat. Raut muka bahag*a nampak terl*hat pada seluruh w*sudawan beserta kedua orangtua dan wal*, karena kurang leb*h empat tahun lamanya menuntut *lmu d* Perguruan T*ngg* terc*nta tersebut terbayarkan sudah dengan penghargaan *jazah yang merupakan p*ntu awal kar*r bag* para w*sudawan. Namun perjuangan t*dak cukup beg*tu saja, karena bukan berart* j*ka sudah mendapatkan *jazah h*dup seseorang sudah sejahtera dan terjam*n (oooh belum tentu, hhee..).

Mas*h banyak hal yang harus d*usahakan untuk mendapatkan pekerjaan yang ba*k dan b*sa mensejahterakan ba*k d*r* send*r*, orangtua, maupun untuk keluarga kelak. Mula* dar* melamar ke sekolah favor*t ba*k neger*, swasta, maupun sekolah yang b*asa-b*asa saja. T*dak hanya melamar d* sekolah-sekolah saja, namun ada yang d* b*mbel (termasuk saya, hehee) bahkan ada yang mencoba ke dun*a perbankan ataupun perusahaan la*nnya. Yaa, pada dasarnya sah-sah saja seseorang memasuk* dun*a kerja b*dang apapun, selama total dalam menjalan*nya.

Bertepatan dengan kelulusan *n*pun Pemer*ntah melalu* Kementer*an Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformas* B*rokras* kembal* membuka kesempatan dan peluang melalu* seleks* CPNS serentak d* seluruh *ndones*a. Ya walaupun menjad* Pegawa* Abd* Negara katanya akan terjam*n h*dupnya karena t*ap bulan d*gaj* oleh pemer*ntah, tap* m*ndset tersebut jangan k*ta jad*kan tujuan utama dalam mencar* pekerjaan d* dun*a *n* guys, karena apa? J*ka kenyataan t*dak sesua* dengan harapan (maka sak*tnya tuhh d* s*n*, heheh). Ya t*dak ada salahnya juga s*h *kut seleks* beg*tuan, kalau d*ter*ma harus syukur alhamdul*llah dengan harapan b*sa menjad* seorang Abd* Negara yang amanah dan tanggung jawab (ba*k sebaga* seorang guru ataupun la*nnya), namun j*ka t*dak d*ter*ma, ya hellooo dun*a tetap berputar dan eloe t*dak harus mengakh*r* h*dup eloe guys (hhh lebay). Okeeeeeeeeeee.. :) Wallahu a'lam, tetap berusaha dan berdoaaaaaaaaa..... :D